Bukan, bukan saya yang dapat email. Ini cerita dari
artikel di The New York Times.
Ceritanya ada beberapa orang yang kirim email ke
Apple Inc. Tidak dinyana dan diduga, ternyata yg membalas adalah CEO Apple Inc. sendiri: Steven P. Jobs!
Berikut 3 kisah orang-orang yang menerima email dari Steve Jobs:

Söderlund bertanya apakah ia dapat memanfaatkan kontrak paket data
iPhonenya untuk juga digunakan di
iPad kalau nanti dia membelinya.
30 menit kemudian Steve Jobs menjawab pendek: "Tidak."

Devir Kahan, menyampaikan keluhan atas
Apple Keyboard yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Jawaban Steve Jobs: "Perbaikan software segera dibuat. Mohon maaf atas bug tersebut."

John Devor, seorang mahasiswa di
Universitas Virginia, yang juga seorang programmer, mengirimkan email berisi keluhannya atas teguran bagian legal Apple yang memintanya untuk mengganti nama
iPodRip (sekarang bernama iRip), software yang dibuatnya.
Jawaban Steve Jobs: "Ganti saja nama aplikasinya. Tidak repot kok."
Kalau melihat kenyataan di atas, saya tidak heran mengapa pengguna produk-produk buatan Apple cenderung fanatik dan terkesan begitu personal dengan produk-produk buatan Apple. Bahkan tidak hanya dengan produk-produk buatan Apple, tetapi juga dengan perusahaan Apple sendiri, dan lebih jauh dengan bos-nya Apple: Steve Jobs. Itu karena Steve Jobs juga menyempatkan diri berinteraksi secara personal dengan konsumen Apple.